Dikutip dari kompas.com, dibandingkan industri yang lain, sektor kreatif menjadi salah satu industri dengan perkembangan yang pesat. Hal itupun terlihat dari kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir yang terus naik. Industri kreatif menyumbang sebesar Rp 852 Triliun pada tahun 2015. Angka ini kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi Rp 923 triliun. Sementara itu, pada tahun 2017, kontribusinya semakin membesar menjadi Rp 990 triliun dan pada tahun lalu ditaksir mencapai Rp 1.000 triliun, Di sisi lain, industri kreatif juga tercatat sebagai sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja dimana pada tahun lalu, menyerap lebih dari 18 juta orang. Kemudian kepala Berkraf (Badan Ekonomi Kreatif), Triawan Munaf mengatakan, pengiriman produk ekonomi kreatif ke luar negri saat ini sudah berada pada kisaran USD 20 miliar per tahun. Dari fenomena yang terjadi kami Ghani Taksu Bali ingin memanfaatkan peluang ini sebagai suatu usaha yang berfokus untuk penjualan ekspor produk-produk kreatif Indonesia khususnya di Bali. Sebagai ciri khas produk yang membedakan dengan pesaing adalah pemilihan produk yang unik dan proses finishing yang dilakukan sendiri dengan kualitas dan nilai seni yang tinggi yang dihasilkan oleh para pengrajin yang terlatih.